Makna Simbolik Tradisi Rebo Kasan

Rian Rahmawati, Zikri Fachrul Nurhadi, Novie Susanti Suseno

Sari


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti terkait makna dibalik penggunaan simbol tertentu pada tradisi Rebo Kasan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh beberapa kelompok masyarakat di Kabupaten Garut. Hal ini penting mengingat tradisi Rebo Kasan ini merupakan rangkaian sejarah masa lalu yang mengandung nilai-nilai moral maupun keagamaan didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan lebih dalam mengenai makna denotasi, konotasi dan mitos pada simbol-simbol Rebo Kasan di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Semiotik Roland Barthes, yaitu studi yang mengkaji makna suatu tanda baik itu makna denotasi, konotasi dan mitos, dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini dapat mengungkap makna denotasi, konotasi dan mitos pada simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi Rebo Kasan di Kabupaten Garut. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, studi kepustakaan. Subjek pada penelitian ini adalah jamuan yang dihidangkan pada perayaan tradisi tersebut serta pengambilan informan dengan menggunakan purposive sampling. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Rebo Kasan di Kabupaten Garut memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos. Adapun yang merupakan simbol tradisi tersebut adalah, air putih, Dupi, Leupeut dan Bugis yang merupakan makanan khas dari daerah tersebut. Makna tradisi dari Rebo Kasan itu sendiri adalah berbagi atau bersedekah dengan tujuan menolak marabahaya yaitu dengan jamuan berupa makanan yang dimaknai dengan makna tertentu yaitu diantaranya, air putih merupakan simbol kesucian, Dupi sebagai simbol penolakan, Leupeut sebagai simbol mempersatukan, dan Bugis sebagai simbol keyakinan.

Kata Kunci


makna; simbolik; tradisi Rebo Kasan; semiotik Roland Barthes

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budiman, E. (2008) Upacara Adat Nusantara. Bandung, CV. Gaza Publishing.

Carey, J.W. (2008) Communication as Culture, Revised Edition: Essays on Media and Society. Amerika Serikat, Pshycology Press.

Fiske, J. (2010) Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta, Jalasutra.

Fiske, J. (2004) Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta, Jalasutra.

Hoed, B.H. (2011) Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta, Beji Timur.

Kriyantono, R. (2009) Teknik Praktis Riset Komunikasi. Cetakan ke-4, September. Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

Kriyantono, R. (2006) Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

Kurniawan (2001) Semiologi Roland Barthes. Magelang, Indonesia Tera.

Moon, W.J. (2012) Rituals and Symbols in Community Development. Missiology: An International Review. [Online] 40 (2), 141–152. Available from: doi:10.1177/009182961204000203.

Mulyana, D. (2002) Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Rosidi, A. & Chaedar, A. (2006) Konferensi Internasional Budaya Sunda. Jilid 2. Bandung, Yayasan Kebudayaan Rancage. PT. Kiblat Buku Utama.

Saripudin, A. (2010) Makna Kearipan Lokal Dalam Mempertahankan Jati Diri Bangsa (Dilihat dari sudut pandang Budaya Sunda). Ciamis, PT. Galuh Pratama.

Sobur, A. (2013) Semiotika Komunikasi. Cetakan Kelima. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Sobur, A. (2009) Semiotika Komunikasi. 4th edition. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Sumanto (2014) Teori dan Aplikasi Metode Penelitian. Yogyakarta, Gitanyali.

Sumardjo, J. & Saini, K.M. (1994) Apresiasi Kesusasteraan. Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Vera, N. (2014) Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor, PT. Ghalia Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.20422/jpk.v20i1.131

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Copyright © 2016 BPPKI Bandung