5 Cara Menghitung Biaya Listrik per Bulan Terbaru 2024

Memahami cara menghitung biaya listrik per bulan merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan. Kamu dapat mengatur anggaran dengan lebih baik, dan mengidentifikasi peluang untuk menghemat energi dan pengeluaran.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang menghitung biaya listrik, kamu dapat mengelola anggaran dengan lebih baik, serta memastikan tagihan listrik bulanan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi.

Cara Menghitung Biaya Listrik Per bulan dengan Tepat

Berikut contoh panduan singkat menghitung biaya listrik bulanan.

1. Cari tahu golongan listrik

Golongan listrik adalah pengelompokan pelanggan berdasarkan penggunaan daya. Ini menentukan tarif yang dikenakan kepada pelanggan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 28 Tahun 2016, ada 37 golongan tarif listrik di Indonesia. Golongan tarif listrik tersebut dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu rumah tangga, pelayanan sosial, dan bisnis.

a. Pelanggan rumah tangga

Golongan tarif rumah tangga dibagi menjadi tiga, antara lain:

  • Rumah tangga daya 450 VA, tarif subsidi Rp415 per kWh
  • Rumah tangga daya 900 VA, tarif subsidi Rp605 per kWh
  • Rumah tangga daya 900 VA RTM, tarif non subsidi Rp1.352 per kWh
  • Rumah tangga daya 1.300 – 2.200 VA, tarif non subsidi Rp1.444,7 per kWh
  • Rumah tangga daya 3.500 VA ke atas, tarif non subsidi Rp1.699,53 per kWh

b. Pelanggan pemerintah

Pelanggan ini mencakup kantor pemerintahan dan fasilitas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah.

Baca Juga:  3 Cara Menghitung Nilai TOEFL IBT, CBT dan PBT 2024

Golongan tarif pelanggan pemerintah, antara lain:

  • Golongan P-1 daya tersambung 6.600 VA hingga 200 kVA, tarif per kWh Rp1.699,53
  • Golongan P-2 daya tersambung di atas 200 kVA, tarif per kWh: Rp1.522,88

c. Pelanggan bisnis

Golongan bisnis diperuntukkan pelanggan yang menggunakan listrik untuk keperluan usaha, seperti pertokoan, restoran, dan pabrik.

Golongan tarif listrik pelanggan bisnis, antara lain:

  • Golongan B-1 daya tersambung 901 VA hingga 1.300 VA, tarif per kWh Rp966
  • Golongan B-2 daya tersambung 1.301 VA hingga 5.500 VA, tarif per kWh Rp1.444,70
  • Golongan B-3 daya tersambung 5.501 VA hingga 200 kVA, tarif per kWh Rp1.444,70

d. Pelanggan industri

Pelanggan industri menggunakan listrik untuk keperluan produksi, seperti pabrik dan pengolahan lainnya. Golongan tarif listrik untuk pelanggan industri dikelompokkan berdasarkan daya tersambung dan jenis industri, yaitu:

  • Golongan I-1 daya tersambung 200 kVA hingga 660 kVA, tarif per kWh Rp1.699,53
  • Golongan I-2 daya tersambung 660 kVA hingga 2.000 kVA, tarif per kWh Rp1.522,88
  • Golongan I-3 daya tersambung di atas 2.000 kVA, tarif per kWh Rp1.522,88

2. Catat penggunaan alat elektronik

Sebelum mempelajari cara menghitung biaya listrik per bulan, catat penggunaan alat elektronik yang diperlukan, seperti berikut ini:

  • 1 kulkas 100 watt menyala 24 jam. Umumnya, kulkas dalam rumah tangga menyala selama satu hari penuh.
  • 1 AC 1000 watt menyala 15 jam. AC menyala saat anggota keluarga mulai beraktivitas pukul 07.00 hingga 22.00
  • 1 televisi 50 watt menyala 8 jam. Rata-rata anggota keluarga menyalakan televisi mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00, dan pukul 16.00 hingga 21.00.
  • 1 rice cooker dengan penggunaan 350 watt selama satu jam untuk menanak nasi, dan 70 watt untuk menghangatkan selama 12 jam.
  • 1 mesin pompa air 200 watt yang menyala selama 2 jam di pagi hari dan 2 jam di sore hari.
  • 2 lampu 30 watt menyala 12 jam. Lampu penerangan beranda dan halaman rumah rata-rata menyala mulai dari pukul 18.00 hingga 06.00
  • 5 lampu 20 watt menyala 5 jam. Lampu ruangan di dalam rumah rata-rata menyala mulai dari 17.00 hingga 22.00
Baca Juga:  2 Cara Menghitung Persentase Keuntungan dan Kerugian Bisnis

Adapun alat elektronik yang tidak digunakan setiap hari seperti

  • Setrika 300 watt 16 jam per bulan
  • Mesin cuci dua tabung 350 watt 24 jam per bulan

3. Estimasi daya listrik

Setelah melakukan identifikasi penggunaan daya harian, hitung biaya listrik harian seperti contoh berikut ini.

  • Total penggunaan kulkas = 10 watt × 24 jam = 240 watt
  • Total penggunaan AC = 1000 watt × 15 jam = 15000 watt
  • Total penggunaan televisi = 50 watt × 8 jam = 400 watt
  • Total penggunaan rice cooker = (350 watt × 1 jam) + (70 watt × 12 jam) = 350 + 840 = 1.190 watt
  • Total penggunaan mesin pompa air = (200 watt × 4 jam) = 800 watt
  • Total penggunaan lampu = (2 × 30 watt × 12 jam) + (5 × 20 watt × 5 jam) = 360 watt + 500 watt = 860 watt
  • Total penggunaan setrika = 360 watt × 16 = 4320 watt
  • Total penggunaan mesin cuci = 350 watt × 24 jam = 8400 watt

4. Menghitung biaya listrik harian

Sebelum melanjutkan menghitung biaya listrik bulanan rumah tangga, berikut rumus yang diperlukan:

kWh = (watt × jam) ÷ 1000

Tarif listrik harian = kWh × tarif dasar golongan

Contoh menghitung tarif harian penggunaan listrik golongan rumah tangga 2.200 VA.

Baca Juga:  3 Cara Menghitung Skala pada Peta dan Contoh Soal

kWh = (daya kulkas daya AC + daya televisi + daya rice cooker + daya mesin pompa air + daya lampu) ÷ 1.000 = (240 + 1.500 + 400 + 1.190 + 800 + 860) ÷ 1.000 = 4.990 ÷ 1.000 = 4,99 kWh.

Tarif dasar pengguna listrik golongan rumah tangga 2.200 VA adalah Rp1.444,7 per kWh.

Jadi, tarif listrik harian = 4,99 kWh × Rp1.444,7 = Rp7.209,053

5. Menghitung biaya listrik bulanan

kWh untuk alat elektronik yang tidak digunakan setiap hari, antara lain:

  • kWh setrika = 4.320 watt ÷ 1.000 = 4,32 kWh
  • kWh mesin cuci = 8.400 watt ÷ 1.000 = 8,4 kWh

Jadi, tarif bulanan untuk kedua alat elektronik tersebut adalah

  • Tarif bulanan penggunaan setrika = 4,32 kWh × Rp1.444,7 = Rp6.241,104
  • Tarif bulanan penggunaan mesin cuci = 8,4 kWh × Rp1.444,7 = Rp12.135,48

Sekarang, ikuti cara menghitung biaya listrik per bulan berikut ini:

(Tarif listrik harian × 30) + tarif setrika + tarif mesin cuci = (Rp7.209,053 × 30) + Rp6.241,104 + Rp12.135,48 = Rp216.217,59 + Rp6.241,104 + Rp12.135,48 = Rp234.828,174

Untuk menghitung perkiraan tagihan bulanan pelanggan bisnis, industri, dan layanan pemerintah caranya sama seperti yang dicontohkan di atas. Kamu tinggal mengganti tarif berdasarkan golongan dan alat elektronik yang digunakan.

Masyarakat dapat mengelola anggaran listrik dengan lebih efisien apabila disiplin dan sadar akan penggunaan energi. Setiap kilowatt jam yang dihemat bukan hanya mengurangi tagihan bulanan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dengan mengurangi jejak karbon.

Cara menghitung biaya listrik per bulan bukan sekadar tugas administratif, melainkan langkah penting dalam merencanakan keuangan pribadi. Kamu dapat merencanakan pengeluaran dengan alokasi anggaran yang tepat terkait tagihan listrik.

Baca Juga: